Implementasi Fungsi Manajemen Pemerintahan Dalam Penanganan Kasus Stunting Di Kelurahan Suka Asih, Kota Tangerang

  • Diana Syahra Universitas Yuppentak Indonesia
  • Keisha Maulida Universitas Yuppentak Indonesia
  • Devina Ratna Suryani Universitas Yuppentak Indonesia
Keywords: village government stunting, public policy, government role.

Abstract

This study aims to analyze the role of the village government in addressing stunting in Suka Asih Village, Tangerang City. Stunting is a public health issue that requires active involvement of the government at the local level, particularly in implementing programs and policies established by the central and regional governments. This research employs a qualitative method with a library research approach, utilizing secondary data obtained from official government documents, reports from relevant institutions, and scientific literature related to the research topic. The results indicate that the village government has carried out its role in stunting management through the implementation of health programs, cross-sectoral coordination, and community outreach efforts. However, several challenges remain, including limited resources, suboptimal coordination among related stakeholders, and insufficient community participation. Therefore, strengthening the role of the village government through improved coordination, capacity building of local officials, and increased community participation is necessary to ensure that stunting prevention programs can be implemented more effectively.

References

Aridiyah, F. O., Rohmawati, N., & Ririanty, M. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada anak balita di wilayah pedesaan dan perkotaan. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 3(1), 163–170.
Bappenas. (2020). Strategi nasional percepatan pencegahan stunting 2020–2024. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Beal, T., Tumilowicz, A., Sutrisna, A., Izwardy, D., & Neufeld, L. M. (2018). A review of child stunting determinants in Indonesia. Maternal & Child Nutrition, 14(4), e12617.
Black, R. E., Victora, C. G., Walker, S. P., et al. (2013). Maternal and child undernutrition and overweight in low-income and middle-income countries. The Lancet, 382(9890), 427–451.
Dwiyanto, A. (2011). Manajemen pelayanan publik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Hidayati, L., & Mahmudah, U. (2021). Faktor determinan kejadian stunting pada balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(2), 123–132.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Pedoman pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil kesehatan Indonesia tahun 2021. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2018). Strategi nasional percepatan pencegahan stunting. Jakarta: Kemenko PMK.
Kurniawati, D., Sulastri, S., & Handayani, R. (2020). Partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu untuk pencegahan stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(1), 45–54.
Lubis, R. A., Siregar, M., & Hasibuan, N. (2023). Peran pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting. Jurnal Administrasi Publik, 9(1), 45–58.
Mardiasmo. (2018). Akuntabilitas sektor publik. Yogyakarta: Andi.
Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. Thousand Oaks: Sage Publications.
Nugroho, R. (2018). Public policy. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Pratama, R., & Nugroho, A. (2020). Penerapan fungsi manajemen POAC dalam organisasi sektor publik. Jurnal Ilmu Administrasi Negara, 8(2), 87–98.
Prendergast, A. J., & Humphrey, J. H. (2014). The stunting syndrome in developing countries. Paediatrics and International Child Health, 34(4), 250–265.
Pretty, J. (1995). Participatory learning and action. London: IIED.
Putra, A. R., & Suryani, D. (2022). Tantangan intervensi stunting berbasis komunitas. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(1), 33–41.
Rahmaddian, T., Handayani, S., & Putri, A. (2022). Pengabdian masyarakat dalam pencegahan stunting melalui posyandu. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 5(2), 110–118.
Rahayu, S., Wulandari, D., & Lestari, P. (2021). Optimalisasi peran posyandu dalam penanggulangan stunting. Jurnal Kesehatan Komunitas, 7(1), 55–63.
Robbins, S. P., & Coulter, M. (2016). Management (13th ed.). Boston: Pearson Education.
Rosha, B. C., Sari, K., & Amaliah, N. (2017). Peran intervensi gizi dalam penurunan stunting di Indonesia. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 27(2), 89–98.
Siagian, S. P. (2014). Fungsi-fungsi manajerial. Jakarta: Bumi Aksara.
Suryanto. (2019). Peran pemerintah desa dalam pembangunan kesehatan masyarakat. Jurnal Administrasi Publik, 7(2), 101–112.
Terry, G. R. (1974). Principles of management. Homewood: Richard D. Irwin.
Torlesse, H., Cronin, A. A., Sebayang, S. K., & Nandy, R. (2016). Determinants of stunting in Indonesia. Maternal & Child Nutrition, 12(S1), 66–80.
UNICEF. (2021). The state of the world’s children 2021. New York: UNICEF.
Wahab, S. A. (2016). Analisis kebijakan publik. Malang: UMM Press.
World Health Organization. (2020). Levels and trends in child malnutrition. Geneva: WHO.
Published
2025-02-27